Kecewa dan bersyukur, Stand Up comedy dan Bekerja.

Assalamualaikum..

Sabtu pagi ini gue ikut terbangun karena emak bangunin adek gue untuk berangkat ke lokasi syuting (bukan, adek gue bukan seorang artis, cuma sebagai crew). Karena kebetulan udah bangun sekalian aja gue sholat shubuh. Selesai sholat gue naik ke atas, duduk di depan komputer gue yang sedang menyala (jarang dimatiin karena listrik boleh nyolong hehe). Dari pada buka-buka web yang gak jelas gue mutusin bikin tulisan buat diposting di blog.

Baru-baru ini gue abis mengalami sebuah kejadian unik yang menimbulkan perasaan berbeda-beda. Di satu sisi gue senang, di sisi lain gue takut. Selain itu, gue juga merasakan kecewa dan bersyukur pada saat yang sama. Hal itu yang menurut gue melatarbelakangi terciptanya blog gue (yang sebenernya udah lama mau bikin, tapi gak jadi-jadi mulu) mungkin gue hanya butuh tempat untuk meluapkan perasaan gue lewat blog ini.

Kejadian itu adalah tentang SUCI 5 (Stand Up Comedy Indonesia Season 5). Berawal dari oktober 2013 gue memutuskan untuk belajar Stand Up Comedy, sebuah jenis komedi baru di Indonesia ini. Itu juga yang membuat gue memutuskan resign dari kerjaan gue sebagai marketing sebuah majalah, selain karena alasan utamanya yaitu Skripsi (S1) gue. Dengan begitu gue jadi fokus pada Skripsi dan berlatih Stand Up Comedy.

Singkat cerita, akhir tahun lalu, bulan oktober tepatnya, gue berhasil menyelesaikan Skripsi gue dan lulus menjadi Sarjana (WOOYY orang kampung, gue udeh jadi tukang Sarjana!!). Karena udah lulus, terbesit di pikiran untuk segera mencari kerja, karena kebetulan Stand Up Comedy belum bisa memberikan penghasilan buat gue. Terlebih, gue udah sangat malu meminta uang sama emak.

Tapi anehnya, di bulan-bulan yang berakhiran (-ber) itu gue mendapatkan beberapa job untuk Stand Up (berbayar) dari seorang Stand Up comedian senior. Hal tersebut mengendurkan niat gue untuk mencari kerja, karena berpikiran udah bisa menghasilkan uang dari Stand Up. Ditambah dengan adanya audisi untuk SUCI 5 yang segera dibuka, sejenak terlintas dipikiran jika lolos audisi dan masuk TV bisa punya penghasilan dan terkenal (angan-angan khas orang kecil).

Audisi pun dimulai dari kota ke kota sampai kota audisi terakhir di Jakarta dan gue pun ikut audisi tersebut. Karena sadar diri, sebagai anak baru di Stand Up gue ikut audisi di jakarta tanpa berharap banyak. Namun, di satu sisi angan-angan khas orang kecil tadi semakin liar memenuhi pikiran gue dan sukses membuat gue grogi, gugup, dan juga keringetan (bukan keringetan mantan ya *ITU KEINGETAN!!*). Temen-temen terus berusaha menenangkan gue (terima kasih ibnu, isal, adit). bersama mereka gue menunggu giliran audisi.

Giliran audisi pun datang. Sebelumnya gue menyempatkan tidur sebentar untuk menghilangkan rasa gugup dan grogi yang timbul karena terlalu berharap lebih untuk bisa lolos audisi (dapat golden ticket) dan ternyata lumayan berhasil membuat gue tenang dan ikhlas apapun hasilnya. Dan tibalah saatnya gue masuk ke ruangan audisi, berdiri di depan kedua juri, Mas Raditya Dika (founder Stand Up Indonesia) dan Om Indro (legenda WARKOP DKI). Setelah selesai membawakan materi, gue berdiri mendengarkan komentar dari kedua juri tersebut yang diakhiri dengan kata “makasih”. Gue pun menghela nafas lega karena telah berusaha. Saat berjalan ke pinggir, tiba-tiba ada crew yang menyuruh gue untuk melihat ke meja juri. Tak disangka golden ticket ditaruh di meja dengan muka kedua juri yang senyum-senyum karena berhasil mengerjai gue. “Makasih Om Indro dan Mas Radit” ucap gue sambil menjabat tangan mereka.

Kalau ditanya “senang gak dapet golden ticket?” Jawaban gue udah pasti senang. Tapi gak hanya sampai di situ, ada tahap penyeleksian selanjutnya dari penerima golden ticket se-Indonesia. Dan dari 61 golden ticket yang dikeluarkan hanya 24 yang akan ditelepon untuk masuk ke babak pre-Show. Nah, kalo ditanya lagi “pengen gak jadi 24 org yg di telepon?” Jawabannya, ya pengenlah pastinya. Tapi ada hal yang gue takutkan juga sebagai anak baru di Stand Up. Hal itu adalah minimnya materi yang gue punya dan apakah dengan materi ini gue bisa bersaing dengan 23 perserta lainnya yang sudah pasti terbaik dari yang terbaik.

Benar saja hal yang gue pengenin sekaligus gue takutkan terjadi. Gue terpilih menjadi 24 orang yang akan tampil di babak pre-Show (seleksi terakhir untuk menjadi 14 finalis SUCI 5). Dan, gue tersingkir dari kompetisi itu di babak pre-Show. Gue sangat kecewa dan terpukul karena kejadian tersebut. Karena buat orang kecil seperti gue hal itu bagaikan harapan yang tiba-tiba datang dan seketika itu pula pergi. Analoginya kayak gue lagi laper tiba-tiba ada orang yang berjalan ke arah gue dengan membawakan 1 loyang pizza dan sampai di depan gue pizza-nya hilang (ternyata yang bawa pizza Deddy corbuzier, dan nyuruh gue OCD lagi! hahaha).

Tapi kekecewaan gue gak berlangsung lama, sampai ketika gue melihat penampilan teman-teman di babak Show 1. Mereka semua tampil bagus, sangat bagus malah gue rasa, membuat gue bersyukur gak lolos di babak pre-Show. Karena, apabila lolos ke babak Show 1 gue gak yakin bisa menampilkan pertunjukan Stand Up Comedy sebaik dan sebagus mereka.

Semangat teman-teman SUCI 5 itu bayaran atas kerja keras kalian! Kalo gue? gak usahlah kalian pikirkan (serasa ada yang mikirin hehehe). Kemarin gue baru saja interview kerja, semoga diterima ya. Mohon doanya buat yang baca tulisan ini.

Kecewa dan bersyukur, Stand Up comedy dan Bekerja.

Semoga bisa berjalan beriringan,. Amiinn

Iklan

2 respons untuk ‘Kecewa dan bersyukur, Stand Up comedy dan Bekerja.

  1. Sebuah kisah yang diangkat dr seorang stand up comedian.. Lo udah berhasil menaklukan panggung pon kalo kata radit “lo manis boyy” tp dr sekian byk tulisan lo di atas kok ga da nama gw (pengen bgt disebutin) wkwkwk, ini bukan akhir segalanya boy gw sih berharap lo bisa diterima tuh perusahaan yg interview lo.. Sukses terussss!! hidup making loveee

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s